EKSTRAKULIKULER TAEKWONDO

Taekwondo merupakan salah satu jenis beladiri yang berasal dari Korea Selatan. Sejak beberapa tahun ke belakang, popularitas seni beladiri ini semakin banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Kurang sempurna rasanya apabila sudah banyak yang mengikuti beladiri ini namun belum tahu sejarah dan asal-usul dari seni beladiri ini sendiri. Oleh karena itu, berikut kami sajikan mengenai asal-usul serta sejarah salah satu seni beladiri terbesar di dunia ini.
MASUKNYA TAEKWONDO KE INDONESIA
Tahun 1973 adalah tahun pertama kalinya kejuaraan Taekwondo kelas dunia digelar. Kejuaraan ini sangat menyita banyak perhatian berbagai negara, termasuk Indonesia. Sehingga, pada tahun 1975 masuklah seni beladiri ini ke Indonesia. Pada saat itu, ada 2 organisasi Taekwondo di Indonesia yang mewaliki kedua aliran internasional.

Aliran ITF diwakili dengan PTI (Persatuan Taekwondo Indonesia) dipimpin oleh Letjen Leo Lopulisa, sedangkan aliran WTF diwakili dengan FTI (Federasi Taekwondo Indonesia) yang dipimpin oleh Marsekal Muda Sugiri.

Namun perpecahan ini tidak berlangsung lama. 5 tahun berselang, yaitu sekitar tahun 80-an, KONI membuka peluang cabang olahraga untuk Taekwondo sebagai anggotanya tetapi dengan syarat hanya ada satu wadah Taekwondo di Indonesia.

Maka, pada tahun 1981 kedua organisasi tersebut mengadakan musyawarah nasional yang menghasilkan keputusan disatukannya kedua organisasi tersebut dalam satu organisasi baru yang diberi nama Taekwondo Indonesia yang dipimpin oleh Letjen Leo Lupolisa sebagai ketua umumnya.

ASAL USUL NAMA TAEKWONDO
Sebagaimana yang sudah disebutkan pada awal paragraf tadi, Taekwondo adalah salah satu cabang seni beladiri yang berasal dari Negeri Gingseng, Korea Selatan. Oleh karena itu, tentu saja asal kata Taekwondo juga berasal dari bahasa Korea, maknanya adalah:
Tae: Kaki.
Kwon: Pukulan dengan tangan.
Do: Sistem/seni.

Sehingga makna keseluruhan Taekwondo tersebut kurang lebih: Seni menggunakan kaki atau tangan sebagai senjata untuk membela diri.

PERKEMBANGAN DAN PENYEBARANNYA
Sejarah mencatat, Taekwondo mulai muncul pada tahun 37M pada masa dinasti Kogooryo di Korea. Pada saat itu, masyarakat menyebut seni beladiri ini dengan beberapa nama yang berbeda, antara lain Subak, Taekkyon dan Taeyon. Sejak saat itu hingga awal abad 20, Taekwondo masih digunakan untuk pertunjukkan acara-acara budaya dan beladiri bagi para ksatria pada dinasti-dinasti saja.
Pada saat zaman penjajahan Jepang kepada Korea, perkembangan seni beladiri ini sangat ditekan bersamaan dengan budaya-budaya tradisional lainnya. Hingga pada saat Korea sudah merdeka di tahun 1945, rakyat Korea baru mulai mengembangkan dan mengajarkan anak-anak mereka dengan seni beladiri Taekwondo ini.

Pada tahun 1973, seorang master Taekwondo yang bernama Kim Un Yong mendirikan satu Federasi Taekwondo Internasional (World Taekwondo Federation) yang bermarkas di Seoul, Korea Selatan. Semenjak saat itu, Taekwondo mulai dikenal oleh dunia luar dan lebih dari 180 divisi pertahanan dari berbagai negara yang menggunakan seni ini sebagai beladiri resmi untuk kesatuan polisi dan tentara mereka.

Tahun 1973 adalah tahun pertama kalinya kejuaraan Taekwondo kelas dunia digelar. Kejuaraan ini sangat menyita banyak perhatian berbagai negara, termasuk Indonesia. Sehingga, pada tahun 1975 masuklah seni beladiri ini ke Indonesia. Pada saat itu, ada 2 organisasi Taekwondo di Indonesia yang mewaliki kedua aliran internasional.

Aliran ITF diwakili dengan PTI (Persatuan Taekwondo Indonesia) dipimpin oleh Letjen Leo Lopulisa, sedangkan aliran WTF diwakili dengan FTI (Federasi Taekwondo Indonesia) yang dipimpin oleh Marsekal Muda Sugiri.

Namun perpecahan ini tidak berlangsung lama. 5 tahun berselang, yaitu sekitar tahun 80-an, KONI membuka peluang cabang olahraga untuk Taekwondo sebagai anggotanya tetapi dengan syarat hanya ada satu wadah Taekwondo di Indonesia.

Maka, pada tahun 1981 kedua organisasi tersebut mengadakan musyawarah nasional yang menghasilkan keputusan disatukannya kedua organisasi tersebut dalam satu organisasi baru yang diberi nama Taekwondo Indonesia yang dipimpin oleh Letjen Leo Lupolisa sebagai ketua umumnya.

FILOSOFI SABUK TAEKWONDO
Sabuk yang diikatkan kepada para peserta Taekwondo (taekwondoin) dengan berbagai macam warna bukanlah sabuk tanpa makna. Inilah makna sabuk yang ada di setiap tingkatan Taekwondo:

Putih: Melambangkan awal atau dasar dari semua warna. Pada tingkatan ini para taekwondoin mempelajari teknik dasar (gibon) 1.

Kuning: Melambangkan bumi. Di tingkatan ini mulai diajarkan dasar-dasar Taekwondo (TKD) dengan kuat dengan mempelajari gibon 2 dan 3.

Hijau: Melambangkan pepohonan. Pada tingkatan ini, teknik-teknik dasar tadi mulai dikembangkan dengan mempelajari taeguk 2.

Biru: Melambangkan birunya langit yang menyelimuti bumi yang bermaksud bahwa taekwondoin harus mulai mengetahui makna apa yang telah dipelajari, dengan cara memahami pelajaran taeguk 4.

Merah: Melambangkan matahari yang bermakna taekwondoin sudah harus bisa menjadi pedoman bagi orang dan bisa mengontrol sikap, dengan mempelajari taeguk 6.

Hitam: Melambangkan kegelapan, kedalaman, kematangan dalam berlatih dan penguasaan diri. Pada sabuk ini, masih ada tingkatan 1-9 yang masih harus dijalani.

PERALATAN TAEKWONDO

Peralatan taekwondo lengkap meliputi dobok (seragam), sabuk dan berbagai pelindung untuk sparring seperti pelindung kepala (headguard) ,pelindung badan (hogu), pelindung tangan (hand protector/gloves), pelindung kaki (shin & foot protectors), pelindung gigi (mouthguard), pelindung kemaluan (groin guard). peralatan latihan tambahan seperti target tendangan (kick pad) juga penting untuk mengasah kemampuan.


Pakaian dan perlengkapan dasar


Dobok: Pakaian seragam yang terdiri dari jaket dan celana panjang. Terbuat dari bahan ringan untuk mendukung kelincahan gerakan.


Sabuk: Menunjukkan tingkat keahlian atau jenjang yang telah dicapai oleh praktisi. Warna sabuk bervariasi, mulai dari putih hingga hitam.


Peralatan pelindung sparring :


Pelindung Kepala (Headguard): Melindungi kepala dari benturan keras saat berlatih atau bertanding.


Pelindung Badan (Hogu): Pelindung dada dan perut yang penting untuk menahan pukulan dan tendangan.


Pelindung Tangan (Hand & Forearm Guards): Melindungi tangan, jari, dan lengan bawah dari benturan.


Pelindung Kaki (Shin & Foot Protectors): Melindungi tulang kering (shin) dan punggung kaki (instep).


Pelindung Gigi (Mouthguard): Melindungi gigi, bibir, dan gusi dari benturan.
Pelindung Kemaluan (Groin Guard): Penting untuk melindungi area vital dari cedera, terutama bagi pria.


Peralatan latihan
Target Tendangan (Kick Pad): Alat bantalan yang digunakan untuk berlatih akurasi dan kekuatan tendangan.


Target Pukulan (Focus Mitt): Digunakan untuk melatih kekuatan dan ketepatan pukulan.
Samsak (Punching Bag): Untuk melatih kekuatan pukulan dan tendangan secara keseluruhan.

URUTAN SABUK

Urutan sabuk Taekwondo secara lengkap dimulai dari Putih, lalu Kuning, Hijau, Biru, Merah, dan terakhir Hitam. Setiap warna dasar ini memiliki tingkatan tambahan, seperti strip atau garis berwarna, yang menunjukkan kemajuan dalam pemahaman teknik dasar hingga tingkat lanjut.
Tingkatan sabuk Taekwondo
Sabuk Putih: Tingkat awal pemula.
Sabuk Kuning: Tingkat dasar.
Sabuk Hijau: Menguasai teknik dasar dan mulai mengembangkan teknik lanjutan.
Sabuk Biru: Penguasaan keterampilan mulai meningkat.
Sabuk Merah: Tahap disiplin dan kontrol diri, menjadi pedoman bagi orang lain.
Sabuk Hitam: Tingkat tertinggi yang menandakan kematangan dan penguasaan diri.
Tingkatan Sabuk dengan Garis (Strip)
Sabuk Kuning Strip Hijau: Tahap antara sabuk kuning dan hijau.
Sabuk Hijau Strip Biru: Tahap antara sabuk hijau dan biru.
Sabuk Biru Strip Merah: Tahap antara sabuk biru dan merah.
Sabuk Merah Strip Hitam: Tingkatan sebelum sabuk hitam.
Tingkatan Sabuk Hitam (Dan)
Setelah mencapai sabuk hitam, ada tingkatan lebih lanjut yang dikenal sebagai Dan (sabuk hitam dengan strip).
Tingkatan Dan menunjukkan tingkat kemahiran yang lebih tinggi dan status pengajaran.

CATEGORIES:

Uncategorized

Tags:

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Latest Comments